Rabu, 25 Maret 2015

Masalah Bukanlah Akhir Dari Segalanya

Saat kita dihadapkan pada sebuah masalah, kadang kita merasa bahwa itu adalah sebuah beban hidup yang teramat berat. Selanjutnya sudah dapat kita pastikan, kita menjadi mudah marah, stress, terlarut dalam kesedihan, meratapi nasib seolah olah kita ini terlahir dengan takdir demikian, susah tidur bahkan bisa membawa pengaruh buruk di dalam hubungan antar sesama. Padaal ini pernah jadi pengalaman pribadi hehehe

Ada baiknya jika kita dapat sadar diri bahwa sesunggunya hidup adalah sebuah  masalah, selama kita hidup masalah tak akan pernah lepas bahkan pada zaman sekarang ini, kita mati pun terkadang kita juga meninggalkan masalah yang kemudian berimbas kepada sanak saudara kita. Misal biaya pemakaman, biaya slametan dan biaya biaya yang terduga lainnya.

Ketika NASA mengirimkan astronotnya ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen ternyata tidak dapat berfungsi pada gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pulpen. Untuk memecahkan masalah tersebut konon NASA menghabiskan waktu satu dekade dengan menghabiskan 12juta dolar untuk mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi dengan baik pada keadaan gravitasi nol, terbalik, di dalam air, dalam berbagai permukaan dan pada saat temperatur mulai dari bawah titik beku hingga lebih dari 300 derajat Celcius. Dan tahukah anda apa yang dilakukan oleh orang Rusia saat itu ? Mereka menggunakan pensil.

Begitulah cinta penderitaannya tiada akhir. eh sory salah itu kan kata kata nya pat kay
 :D maksudnya begini, begitulah masalah, terkadang terasa sangat pelik, namun ternyata pemecahannya sangatlah sederhana dan mudah. Tapi karena kita selalu merasa bahwa masalah adalah sebuah beban yang berat, maka kita selalu berusaha untuk menghidarinya sehingga pikiran kita menjadi semakin tumpul. Sementara orang yang menganggap masalah sebagai tantangan, dia tidak akan pernah berputus asa dalam menghadapi setiap masalah. Selalu saja akan ada jalan keluar yang baik untuk menyelsaikan masalah. Namun jika sudah dirasa sudah teramat sulit dipecahkan masalah tersebut, ada baiknya untuk mengingat istilah STOP yang biasanya sudah dikenal penggiat alam bebas, yaitu :
S : Stop & Seating
T : Thingking
O : Observe
P : Planing


Kita pun harus yakin bahwa masih ada dewi fortuna meski sudah memasuki injury time,  nasib itu bisa diubah selama kita mempunyai tekat dan semangat untuk merubahnya agar menjadi lebih baik lagi. Percayalah Gusti Allah mboten sare kalau kata orang jawa. coba dekatkan diri kepada Tuhan yang kita percayai.  nah agar semakin yakin bahwa harapan itu ada, nampaknya perlu nonton film the-shawshank-redemption 

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan pengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS. 35:11)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar